Perkembangan Dan Sejarah Genre Musik Grunge
Asal mula musik Grunge
Pada era 80-an, musik-musik keras, atau yang kita kenal sekarang dengan nama Hard Rock dan Metal, sedang mendominasi pasar musik pada saat itu. Band-band yang berirama cepat dan keras, dengan distorsi yang meraung-raung dan penggunaan efek-efek lainnya, serta memiliki solo-solo gitar yang super cepat, banyak bermunculan, sebut saja Guns n’ Roses dan Motley Crue. Seketika itupun genre musik yang mendominasi berubah menjadi musik-musik keras, sehingga perhatian label-label rekaman pun lebih tertuju dengan band-band yang beraliran keras tersebut, karena memang pada saat itu musik-musik keras sedang “menjual”. Seiring dengan berjalannya waktu, era 80-an mendekati akhirnya, dan semakin dekat dengan era 90-an. Ternyata, semakin banyak orang yang mulai bosan dengan musik-musik keras itu.
Karena sudah mulai bosan dan “capek” mendengarkan lagu-lagu yang berirama cepat itu, sebagian orang sudah mulai mencari Genre baru yang lebih modern, dan lebih mudah untuk didengarkan dan “dicerna”, yang mana pada genre itu tidak perlu solo-solo gitar yang memerlukan teknik cukup tinggi, tetapi memiliki lirik yang bermakna dalam dan cukup mudah untuk dimengerti, alias lirik yang lebih Sarkas dalam mengungkapkan maknanya, dan tetap tidak melupakan ciri khas musik-musik terdahulu, yaitu Volume yang di-setting cukup tinggi
Pertengahan tahun 80-an, muncullah band-band yang memiliki kriteria tersebut, sebut saja Green River (dibentuk tahun 1984), Soundgarden (dibentuk tahun 1984), dan Skin Yard (dibentuk tahun 1985). Mereka membawakan lagu-lagu yang berakar dari Heavy Metal dan Hardcore Punk, namun iramanya tidak secepat dan sekeras kedua genre tersebut. Pada awalnya, Green River bersama tiga band lainnya, yaitu Skin Yard, Malfunkshun, dan The U-Men yang paling berpengaruh dalam membawakan genre tersebut, sayangnya Green River, Malfunkshun, dan Skin Yard hanya bertahan hingga tahun 1988. Maka dari itu, keempat band tersebut (The U-Men, Malfunkshun, Green River, Skin Yard) disebut sebagai “The Godfathers of Grunge” atau Bapak Pelopor Grunge.
Pada era 80-an, musik-musik keras, atau yang kita kenal sekarang dengan nama Hard Rock dan Metal, sedang mendominasi pasar musik pada saat itu. Band-band yang berirama cepat dan keras, dengan distorsi yang meraung-raung dan penggunaan efek-efek lainnya, serta memiliki solo-solo gitar yang super cepat, banyak bermunculan, sebut saja Guns n’ Roses dan Motley Crue. Seketika itupun genre musik yang mendominasi berubah menjadi musik-musik keras, sehingga perhatian label-label rekaman pun lebih tertuju dengan band-band yang beraliran keras tersebut, karena memang pada saat itu musik-musik keras sedang “menjual”. Seiring dengan berjalannya waktu, era 80-an mendekati akhirnya, dan semakin dekat dengan era 90-an. Ternyata, semakin banyak orang yang mulai bosan dengan musik-musik keras itu.
Karena sudah mulai bosan dan “capek” mendengarkan lagu-lagu yang berirama cepat itu, sebagian orang sudah mulai mencari Genre baru yang lebih modern, dan lebih mudah untuk didengarkan dan “dicerna”, yang mana pada genre itu tidak perlu solo-solo gitar yang memerlukan teknik cukup tinggi, tetapi memiliki lirik yang bermakna dalam dan cukup mudah untuk dimengerti, alias lirik yang lebih Sarkas dalam mengungkapkan maknanya, dan tetap tidak melupakan ciri khas musik-musik terdahulu, yaitu Volume yang di-setting cukup tinggi
Pertengahan tahun 80-an, muncullah band-band yang memiliki kriteria tersebut, sebut saja Green River (dibentuk tahun 1984), Soundgarden (dibentuk tahun 1984), dan Skin Yard (dibentuk tahun 1985). Mereka membawakan lagu-lagu yang berakar dari Heavy Metal dan Hardcore Punk, namun iramanya tidak secepat dan sekeras kedua genre tersebut. Pada awalnya, Green River bersama tiga band lainnya, yaitu Skin Yard, Malfunkshun, dan The U-Men yang paling berpengaruh dalam membawakan genre tersebut, sayangnya Green River, Malfunkshun, dan Skin Yard hanya bertahan hingga tahun 1988. Maka dari itu, keempat band tersebut (The U-Men, Malfunkshun, Green River, Skin Yard) disebut sebagai “The Godfathers of Grunge” atau Bapak Pelopor Grunge.
Istilah Grunge sendiri muncul ketika Mark Arm, vokalis dari band Mudhoney, menggunakan istilah itu dalam mendefinisikan jenis musik yang mereka mainkan. Mengapa Grunge? Karena kata-kata “Grunge” sendiri dalam kata-kata baru bahasa inggris-Amerika diambil dari kata sifat/adjective, yaitu “Grungy”, yang dari tahun 1965 secara slang berarti “kotor” atau “dekil”. Disamping itu, karena banyak band-band Grunge yang berasal dari kota Seattle, Washington, maka Grunge pun sering disebut juga dengan sebutan “Seattle Sound”.
Perkembangan musik Grunge
Setelah era 80-an memasuki akhir, band-band besar yang bergenre Grunge banyak yang mendapat kontrak dengan label rekaman yang lebih besar, atau biasa disebut dengan Major Label, setelah sebelumnya mereka berkibar dibawah bendera Sub-Pop Records yang didirikan oleh Bruce Pavitt dan Jonathan Poneman, pada tahun 1986 di Seattle.
Soundgarden menjadi yang pertama dikontrak oleh label besar, yaitu A&M Records pada tahun 1989, bersama dengan Alice In Chains dengan Columbia Records dan Pearl Jam dengan Epic Records beberapa bulan kemudian. Nirvana dikontrak oleh label rekaman Geffen Records pada tahun 1990, dan kerjasama mereka menghasilkan album yang dianggap paling mempopulerkan Grunge, “Nevermind”.
Mulai memasuki era 90-an, Grunge semakin melesat, padahal label rekaman yang paling gencar dalam mempopulerkan Grunge saat itu, Sub-Pop Records, hampir mengalami kebangkrutan. Album-album band Grunge semakin banyak yang meledak dipasaran, namun dua album yang paling berpengaruh terhadap perkembangannya adalah album “Nevermind” dari Nirvana, dan album “Ten” dari Pearl Jam.
Nevermind adalah album kedua dari band Nirvana lewat label Geffen Records, yang dirilis tanggal 24 September tahun 1991. Album itu bahkan pada awalnya tidak diperkirakan akan sukses oleh band dan label rekamannya sendiri, namun tak disangka, album tersebut malah mendapatkan berbagai penghargaan, seperti Gold dan Platinum pada bulan November tahun 1991, Number one Billboard Charts pada bulan Januari tahun 1992, Diamond Album karena terjual lebih dari 10 juta kopi pada bulan Maret tahun 1999. Itupun belum termasuk single-single dari album tersebut yang juga direkam. Beberapa Single yang terkenal dari album Nevermind adalah “Smells Like Teen Spirit”, “Come As You Are”, “Lithium”, serta “In Bloom”. Smells Like Teen Spirit bahkan saat itu menjadi lagu wajib anak-anak muda penikmat Grunge. Pada bulan Januari tahun 1992, Nevermind pun berhasil menggeser album Dangerous dari The King Of Pop, Michael Jackson, sehingga menduduki tangga lagu pada tempat pertama dalam Billboard 200.
Disamping album Nevermind dari Nirvana, juga ada album sukses lainnya, yaitu Ten dari Pearl Jam. Ten adalah album debut dari band Pearl Jam lewat label rekaman Epic Records, yang dirilis pada tanggal 27 bulan Agustus tahun 1991. Sama seperti album Nevermind dari Nirvana, album Ten juga menuai Diamond Album, tetapi baru dinobatkan pada tahun 2009. Album Ten mencetak tiga single, yaitu “Alive”, “Even Flow”, dan “Jeremy”. Video clip dari lagu Jeremy, yang disutradari oleh Mark Pellington, mendapatkan 5 penghargaan pada MTV Video Music Awards pada tahun 1993.
Popularitas Grunge menghasilkan ketertarikan besar dalam scene musik di Seattle. Tidak seperti era sebelumnya, dimana Seattle tidak terfokuskan kepada satu genre musik saja, tapi dengan bermacam-macam genre lainnya, era 90-an menjadikan Seattle sebagai “ibukota” Grunge. Kesuksesannya pada saat itu menjadikan genre tersebut menjadi Mainstream. Grunge juga menjadi kultur yang meng-global pada saat itu, karena Nirvana melakukan tur keliling dunia.
Setelah era 80-an memasuki akhir, band-band besar yang bergenre Grunge banyak yang mendapat kontrak dengan label rekaman yang lebih besar, atau biasa disebut dengan Major Label, setelah sebelumnya mereka berkibar dibawah bendera Sub-Pop Records yang didirikan oleh Bruce Pavitt dan Jonathan Poneman, pada tahun 1986 di Seattle.
Soundgarden menjadi yang pertama dikontrak oleh label besar, yaitu A&M Records pada tahun 1989, bersama dengan Alice In Chains dengan Columbia Records dan Pearl Jam dengan Epic Records beberapa bulan kemudian. Nirvana dikontrak oleh label rekaman Geffen Records pada tahun 1990, dan kerjasama mereka menghasilkan album yang dianggap paling mempopulerkan Grunge, “Nevermind”.
Mulai memasuki era 90-an, Grunge semakin melesat, padahal label rekaman yang paling gencar dalam mempopulerkan Grunge saat itu, Sub-Pop Records, hampir mengalami kebangkrutan. Album-album band Grunge semakin banyak yang meledak dipasaran, namun dua album yang paling berpengaruh terhadap perkembangannya adalah album “Nevermind” dari Nirvana, dan album “Ten” dari Pearl Jam.
Nevermind adalah album kedua dari band Nirvana lewat label Geffen Records, yang dirilis tanggal 24 September tahun 1991. Album itu bahkan pada awalnya tidak diperkirakan akan sukses oleh band dan label rekamannya sendiri, namun tak disangka, album tersebut malah mendapatkan berbagai penghargaan, seperti Gold dan Platinum pada bulan November tahun 1991, Number one Billboard Charts pada bulan Januari tahun 1992, Diamond Album karena terjual lebih dari 10 juta kopi pada bulan Maret tahun 1999. Itupun belum termasuk single-single dari album tersebut yang juga direkam. Beberapa Single yang terkenal dari album Nevermind adalah “Smells Like Teen Spirit”, “Come As You Are”, “Lithium”, serta “In Bloom”. Smells Like Teen Spirit bahkan saat itu menjadi lagu wajib anak-anak muda penikmat Grunge. Pada bulan Januari tahun 1992, Nevermind pun berhasil menggeser album Dangerous dari The King Of Pop, Michael Jackson, sehingga menduduki tangga lagu pada tempat pertama dalam Billboard 200.
Disamping album Nevermind dari Nirvana, juga ada album sukses lainnya, yaitu Ten dari Pearl Jam. Ten adalah album debut dari band Pearl Jam lewat label rekaman Epic Records, yang dirilis pada tanggal 27 bulan Agustus tahun 1991. Sama seperti album Nevermind dari Nirvana, album Ten juga menuai Diamond Album, tetapi baru dinobatkan pada tahun 2009. Album Ten mencetak tiga single, yaitu “Alive”, “Even Flow”, dan “Jeremy”. Video clip dari lagu Jeremy, yang disutradari oleh Mark Pellington, mendapatkan 5 penghargaan pada MTV Video Music Awards pada tahun 1993.
Popularitas Grunge menghasilkan ketertarikan besar dalam scene musik di Seattle. Tidak seperti era sebelumnya, dimana Seattle tidak terfokuskan kepada satu genre musik saja, tapi dengan bermacam-macam genre lainnya, era 90-an menjadikan Seattle sebagai “ibukota” Grunge. Kesuksesannya pada saat itu menjadikan genre tersebut menjadi Mainstream. Grunge juga menjadi kultur yang meng-global pada saat itu, karena Nirvana melakukan tur keliling dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar