Kamis, 11 Juni 2015

WORKING TOYS

Sepengal cerita perjalanan working toys .
WORKING TOYS  biasa di bilang band atau tidak terserah lah apa kata kalian . Mau ini laku atau tidak di pasaran musik kami tidak berharap itu.

   Kami membuktuk working toys ini sebagai penghibur dan palampiansan kekesalan pada pekerjaan dan di kehidupan sehari hari dalam bentuk lagu.
  Oleh karna itu kami mengambil aliran punk alternativ (grunge) dalam gendre musik kami. Di karnakan menandakan pemberotakan kebosanan di kehidupan dan di dalam pekerjaan. Kiblat musik kami cenderung ke NIRVANA.

  WORKING TOYS sendiri memiliki tiga prosonil iya itu di drum , bass , gitar dan vokal. Dan saat ini working toy packum di karnakan kehilangan pemain drum .
Dan sekarang working toys masih mencari cari penabuh drum.
  Kami sangat kesulitan mencari penabuh drum di daerah pangkalan bun kalimantan tengah. Karna kami bukan orang asli pangkalan bun ini .

   Working toys di buat dengan prosonil orang perantau semua . ELLO atau sering di panggil Lolo ini bisa dibilang leader dari working toys dia yang menggawangi band ini memegang gitar dan vokal.
Ello ini berasal dari Banjarmasin kalimantan selatan di bekerja di salah satu perushaan suawasta di pangkalan bun tepat nya di kumai .
Dan prosonil satu nya Dody ini orang dari sumatra Palembang . Pemain bass working toys .dia bekerja di salah satu perusahan di pangakalan bun tepat nya di kumai .
Kami kesulitan mencari penabuh drum karena minim teman di kota sini .
Tapi kami terus mencari cari penabuh drum yang tersembunyi di pangkalan bun ini .
Kami mencari pemain drum yg biasa aja asal dia menjiawai dalam musik yang di bawakan working toys .

   Semoga secepat nya kami mendapatkan penabuh drum biar bisa langsung rekaman kecil kecilan buat anak cucu nanti. Kami sudah memiliki beberapa lagu yang akan di garap.

Semoga WORKING TOYS bisa bertahan terus dan terus maju

Rabu, 10 Juni 2015

Ini cerita perjalanan band kami band yang tidak terkenal working toys . Terlebih dahulu kami mengucapkan  terimakasih sudah hadir di blog kami (working toys grunge)
 Working toys sendiri yang berartikan mainan bekerja. Ini di ambil dari kehidupan kami yaitu bekerja tiap hari bagaikan mainan. Ini formasi awal working toys sebelum packum









BIOGRAFI KURT COBAIN

Kurt Donald Cobain lahir pada 20 Februari 1967 di rumah sakit umum Grays Harbor-Aberdeen WashingtonAmerika Serikat dan dikota inilah Kurt menghabiskan masa kecilnya.Kurt merupakan putra dari pasangan Donald Cobain seorang Amerika yang berprofesi sebagai montir dan Wendy O’Connor seorang wanita keturunan Irlandia.
Sejak kecil Kurt sudah menunjukkan bakatnya di bidang seni dan pada awalnya ia suka menggambar sehingga berkembang ke arah music dan disaat usianya enam tahun Kurt bahkan dengan mudah memainkan nada yang baru saja ia dengarkan dari radio dengan menggunakan piano.
Ketegangan dan perselisihan orang tua Kurt yang kemudian berakhir dengan perceraian pada tahun 1976 saat Kurt masih berusia sembilan tahunSejak perceraian itu Kurt menjadi anak yang pendiam dari sebelumnya ia juga lebih suka menyendiri yang di kemudian hari perceraian orangtuanya ini diungkapkan dalam salah satu lagu Nirvana yang berjudul Serve The Servants yang termuat di album In Utero yang dirilis tahun 1993
Memasuki tahun 1981 ketika berusia 14 tahun Kurt tertarik dengan filmia mulai membuat sendiri film-film karyanya dengan menggunakan kamera video milik orangtuanyakarya-karyanya kebanyakan bernuansa gelap dan kematianKurt bahkan membuat sebuah film yang diperankan sendiri olehnya dimana ia melakukan akting bunuh diri dengan menyayat nadinyakecenderungan Kurt akan kematian juga nampak pada sebuah percakapan dengan seorang temannya John Fields dimana Kurt mengatakan bahwa ia ingin menjadi musisi terkenal dan kemudian mati bunuh diri di tengah ketenarannya
Pada masa-masa ini juga Kurt mulai mengenal narkotika meski belum sampai taraf yang mengkhawatirkanKurt menggunakan obat-obatan itu untuk sedikit membantunya melupakan dampak psikologis yang dirasakannya akibat perceraian orangtuanyaketika SMA Kurt mulai berpindah-pindah tempat tinggal hingga akhirnya ia memutuskan untuk tinggal dirumah pamannya Chuck yang juga memiliki bandKurt kemudian diajari bermain gitar oleh Warren Mason gitaris band pamannya ketika itu Kurt minta diajari memainkan lagu Stairway To Heaven milik Led Zeppelin
Konser The Melvins merupakan sebuah band punk lokal asal Montesano yang kemudian mengubah haluan musik KurtThe Melvins sendiri ketika itu begitu disegani di Montesano Aberdeen dan Olympiavokalisnya Buzz Osborne mengenal Kurt sebagai pribadi yang unik saat mengomentari sukses Nirvana Buzz mengatakan bahwa Kurt tadinya seperti anak yang tak punya masa depan tapi musik kemudian mengubahnya menjadi jutawan
Penampilan perdana Kurt dan Krist terjadi pada bulan Maret 1987 yang sekaligus menasbihkan formasi awal Nirvana yang terdiri atas Kurt Krist dan seorang penabuh drum bernama Aaron BurkhardWaktu itu mereka belum memakai nama Nirvana ada banyak nama yang mereka pakai pada awal karir mereka dan mereka memakainya bergantian di setiap konser
Nama Nirvana baru muncul pada tahun 1988 ketika Kurt menemukan nama itu dari sebuah tayangan televisi tengah malam yang menyiarkan tentang program agama Budha yang berarti pencapaian kesempurnaanpada November 1988 single pertama Nirvana Love Buzz pun diedarkan pada kalangan terbatasKurt sendiri yang kemudian menyerahkan salah satu kopinya kepada radio KCMU untuk diputar setelah itu Kurt segera mendengarkan radio dan setelah berjam-jam gelisah karena lagunya tak segera diputar hingga Kurt harus menelpon dari sebuah telpon umum dan merequest lagunya sendiri barulah kemudian lagu tersebut mengudarasalah satu ironi terbesar seorang bintang Rock besar pada awal karirnya sempat merequest sendiri lagunya di sebuah radio
Pada awal 1991 Nirvana pindah label dari Sub Pop ke DGC (David Geffen Company) sebuah label mayor dengan distribusi lebih luas dan dana lebih besarsalah satu orbitan tersukses DGC adalah Guns N RosesNirvana juga bergabung dengan Gold Mountain sebuah perusahaan manajemen artis dimana Sonic Youth band punk kontemporer yang dikagumi Kurt bernaungNirvana pun melanjutkan perjalanannya dengan mengeluarkan album kedua yang berjudul Nevermind yang direkam pada mei 1991 dan selesai sebulan kemudian
Inilah album legendaris dan fenomenal yang kemudian melambungkan nama Nirvana ke jagad musik internasionallagu-lagu yang terdapat di album ini bercerita tentang Tobi Vail vokalis band punk cewek Bikini Killperempuan yang sangat disukai Kurt bahkan sepanjang tahun 1990-1991 hampir semua lagu yang dibuatnya selalu bercerita tentang Tobimeski demikian Tobi ternyata tak bisa sepenuhnya menerima KurtKurt akhirnya dekat dengan seorang wanita bernama Courtney Love vokalis band post punk Holedan dalam rentang tahun ini juga heroin terus mengiringi hidup Kurt
Nevermind dirilis pada 24 September 1991 diluar dugaan album bercover gambar seorang bayi yang sedang menyelam ini telah terjual hingga mencapai 500.000 keping pada hari Helloween 31 Oktober 1991 Nirvana pun mendapat penghargaan piringan emassaat inilah seluruh radio Amerika Eropa Australia Jepang Brazil dan di negara-negara lain dengan serentak memutar terus-menerus single Smells Like Teen SpiritKurt kini sudah tak perlu lagi menelepon radio memohon agar lagunya diputarvideo klip Smeels Like Teen Spirit pun memasuki masa mengudara dengan frekuensi terbanyak pada awal tahun 1992
Di Indonesia sendiri popularitas Nirvana berhasil menyaingi popularitas Guns N Roses Metallica dan Sepultura yang pada masa-masa itu memang sangat terkenal di Indonesianamun pada Januari itu juga kecanduan Kurt terhadap heroin makin parah dalam sebuah sesi pemotretan Kurt bahkan sampai tak sanggup berdiri tegak dan hanya tertunduk terus-menerusmomen semacam inilah yang akan terus berulang dan mewarnai lembaran karir Nirvana berikutnya
Kurt dan Courtney menikah pada 24 Februari 1992 di Pantai Waikiki HawaiiKetika itu Courtney sudah mengandungSementara itu pada April 1992 Nirvana untuk pertama kalinya tampil di cover majalah Rolling StonesAkhirnya pada 18 Agustus 1992 pukul 7 pagi Frances Bean Cobain putri Kurt satu – satunya lahir di rumah sakit Cedars Sinai Los AngelesSebuah kelahiran yang ironis karena pada saat yang sama Kurt juga tengah dirawat di rumah sakit yang sama di bagian rehabilitasi obat karena kecanduannya terhadap heroin sudah semakin parah
Sementara itu pada bulan Juli Nevermind akhirnya terlempar keluar dari tangga lagu Billboard setelah bercokol di sana selama hampir dua tahunKetika keluar dari Billboard Nevermind telah mencapai angka penjualan sebanyak 8 juta keping di seluruh dunia
Pada 3 Maret di Roma Italia di Exelcior hotel berbintang lima Kurt kembali mengalami overdosis parahini merupakan usaha bunuh diri Kurt yang pertamaterlihat dari secarik kertas dalam genggaman Kurtdalam surat itu Kurt menulis seperti Hamlet aku harus memilih antara kehidupan dan kematian dan aku memilih kematianperistiwa ini pun menyebar di kalangan media musik dan penggemar diseluruh duniaCNN bahkan sempat memberitakan bahwa Kurt Cobain sudah tewas
Meski demikian Kurt masih menuruti saran orang – orang terdekatnya untuk mengambil program rehabilitasi Pada 30 Maret 1994 Kurt terbang ke Los Angeles untuk mengikuti program pemulihan di Exodus Recovery Center sebuah tempat rehabilitasi bagi para pecandu obat – obatannamun ini pun hanya bertahan dua hari Kurt melarikan diri dan pergi membeli tiket pesawat untuk pulang kembali ke Seattle
Sementara itu Courtney panik begitu mendengar kabar kaburnya Kurt ia takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada Kurt karena beberapa hari sebelum terbang ke Los Angeles untuk masuk rehabilitasi Kurt dikabarkan sempat membeli sebuah senapan di sebuah toko senjata di Seattle
Kurt tiba di rumahnya Sabtu dini hari 2 April 1994Dia sempat menemui Michael Cali dan Jessica Hopper dua orang yang bertuga menjaga rumahnyasementara Frances bersama Courtneyberada di Los Angeles yang tengah melakukan promo untuk album terbaru bandnya serta melacak keberadaan Kurt
Berakhirnya era Grunge 

Seiring dengan ledakan kultur tersebut, popularitas Grunge semakin tidak terkendali. Banyak artis-artis tersebut yang tidak nyaman atas kepopuleran mereka, bahkan vokalis dari band Nirvana, Kurt Cobain, sempat mengatakan “Famous is the last thing I wanted to be” yang berarti “Menjadi terkenal adalah hal terkahir yang saya inginkan”, karena saking merasa tidak nyamannya dia. Ketidaknyamanan dari beban popularitas tersebut juga dirasakan oleh band Pearl Jam, dengan banyaknya perhatian yang tertuju kepada sang frontman, Eddie Vedder. 

Disamping ledakan tersebut, di Inggris muncul suatu genre yang besar juga, yaitu Britpop. Artis-artis Britpop pun banyak yang menolak kultur Grunge tersebut, karena menurut mereka Grunge itu berkesan “urakan”, “asal-asalan dan apa-adanya”, serta “kotor”. Damon Allbarn, vokalis dari band Britpop, Blur, bahkan menyatakan bahwa Blur adalah sebuah band yang Britpop bersifat ”Anti­-Grunge”. Tidak dengan Noel Gallagher, sang vokalis band Britpop¸ Oasis. Noel menyatakan bahwa dia adalah salah satu fans Kurt Cobain¸ namun dia pun menolak sebuah lagu Kurt Cobain yang bertajuk “I Hate Myself And I Want To Die”. Noel tidak ingin unsur bunuh diri itu masuk kedalam kultur Britpop. 

Berakhirnya era Grunge berawal dari tragedi mengenaskan yang menimpa Kurt Cobain, sang pahlawan yang telah membesarkan nama Grunge pada tahun 1994. Kurt diberitakan tewas setelah mayatnya ditemukan di rumahnya dalam keadaan mengenaskan dengan mukannya yang sudah tidak tersusun lagi. Pihak otopsi mengatakan bahwa Kurt telah bunuh diri, dengan cara menembakan kepalanya sendiri menggunakan sebuah pistol berjenis Revolver. 

Disamping tragedi kematian Kurt, yang cukup mempengaruhi berakhirnya era Grunge adalah pertikaian yang terjadi antara Pearl Jam dengan sebuah perusahaan penjual tiket, Ticketmaster, yang mengakibatkan Pearl Jam memboykot Ticketmaster sehingga mereka tidak akan bermain di venue-venue dan acara musik lainnya yang disponsori oleh Ticketmaster. Ternyata pemboykotan itu membuat Pearl Jam tidak dapat bermain di Amerika selama 3 tahun setelahnya. 

Pada tahun 1997, Soundgarden mungumumkan pembubaran diri mereka, karena didalam Soundgarden terdapat konflik internal. Selain karena konflik internal, para anggota Soundgarden juga merasakan kebosanan pada tur-tur mereka. 

Selain kematian Kurt, pertikain antara Pearl jam dan Ticketmaster, serta bubarnya Soundgarden, juga terdapat tragedi kematian lainnya. Kali ini tragedi itu menimpa vokalis dari band Alice In Chains, Layne Staley. Layne ditemukan tewas pada tanggal 20 bulan April tahun 2002, di kondominiumnya akibat overdosis heroin. 

Empat kejadian tersebutlah yang pada akhirnya mengakhiri masa-masa kejayaan Grunge, karena mereka adalah bagian yang sangat penting dalam kepopuleran genre Grunge itu sendiri. 

Pada era setelah itu, yaitu era 2000-an awal, band-band post-grunge mulai bermunculan. Post-grunge adalah genre yang mengacu pada musik-musik Grunge, tetapi dengan lagu yang lebih dapat diterima oleh masyarakat umum. Beberapa band post-grunge awal adalah Foo Fighters, yang dibentuk oleh Dave Grohl sang ex-drummer Nirvana, Creed, dan Matchbox Twenty, lalu setelah itu muncul gelombang kedua, seperti Staind, Puddle Of Mudd, Three Days Grace, dan Nickelback. Gelombang kedua ini meraih sukses yang lebih komersil daripada gelombang pertama. 

Perkembangan Dan Sejarah Genre Musik Grunge

 Asal mula musik Grunge  
Pada era 80-an, musik-musik keras, atau yang kita kenal sekarang dengan nama Hard Rock dan Metal, sedang mendominasi pasar musik pada saat itu. Band-band yang berirama cepat dan keras, dengan distorsi yang meraung-raung dan penggunaan efek-efek lainnya, serta memiliki solo-solo gitar yang super cepat, banyak bermunculan, sebut saja Guns n’ Roses dan Motley Crue. Seketika itupun genre musik yang mendominasi berubah menjadi musik-musik keras, sehingga perhatian label-label rekaman pun lebih tertuju dengan band-band yang beraliran keras tersebut, karena memang pada saat itu musik-musik keras sedang “menjual”. Seiring dengan berjalannya waktu, era 80-an mendekati akhirnya, dan semakin dekat dengan era 90-an. Ternyata, semakin banyak orang yang mulai bosan dengan musik-musik keras itu. 

Karena sudah mulai bosan dan “capek” mendengarkan lagu-lagu yang berirama cepat itu, sebagian orang sudah mulai mencari Genre baru yang lebih modern, dan lebih mudah untuk didengarkan dan “dicerna”, yang mana pada genre itu tidak perlu solo-solo gitar yang memerlukan teknik cukup tinggi, tetapi memiliki lirik yang bermakna dalam dan cukup mudah untuk dimengerti, alias lirik yang lebih Sarkas dalam mengungkapkan maknanya, dan tetap tidak melupakan ciri khas musik-musik terdahulu, yaitu Volume yang di-setting cukup tinggi 

Pertengahan tahun 80-an, muncullah band-band yang memiliki kriteria tersebut, sebut saja Green River (dibentuk tahun 1984), Soundgarden (dibentuk tahun 1984), dan Skin Yard (dibentuk tahun 1985). Mereka membawakan lagu-lagu yang berakar dari Heavy Metal dan Hardcore Punk, namun iramanya tidak secepat dan sekeras kedua genre tersebut. Pada awalnya, Green River bersama tiga band lainnya, yaitu Skin Yard, Malfunkshun, dan The U-Men yang paling berpengaruh dalam membawakan genre tersebut, sayangnya Green River, Malfunkshun, dan Skin Yard hanya bertahan hingga tahun 1988. Maka dari itu, keempat band tersebut (The U-Men, Malfunkshun, Green River, Skin Yard) disebut sebagai “The Godfathers of Grunge” atau Bapak Pelopor Grunge. 

Istilah Grunge sendiri muncul ketika Mark Arm, vokalis dari band Mudhoney, menggunakan istilah itu dalam mendefinisikan jenis musik yang mereka mainkan. Mengapa Grunge? Karena kata-kata “Grunge” sendiri dalam kata-kata baru bahasa inggris-Amerika diambil dari kata sifat/adjective, yaitu “Grungy”, yang dari tahun 1965 secara slang berarti “kotor” atau “dekil”. Disamping itu, karena banyak band-band Grunge yang berasal dari kota Seattle, Washington, maka Grunge pun sering disebut juga dengan sebutan “Seattle Sound”.

Perkembangan musik Grunge 

Setelah era 80-an memasuki akhir, band-band besar yang bergenre Grunge banyak yang mendapat kontrak dengan label rekaman yang lebih besar, atau biasa disebut dengan Major Label, setelah sebelumnya mereka berkibar dibawah bendera Sub-Pop Records yang didirikan oleh Bruce Pavitt dan Jonathan Poneman, pada tahun 1986 di Seattle. 

Soundgarden menjadi yang pertama dikontrak oleh label besar, yaitu A&M Records pada tahun 1989, bersama dengan Alice In Chains dengan Columbia Records dan Pearl Jam dengan Epic Records beberapa bulan kemudian. Nirvana dikontrak oleh label rekaman Geffen Records pada tahun 1990, dan kerjasama mereka menghasilkan album yang dianggap paling mempopulerkan Grunge, “Nevermind”. 

Mulai memasuki era 90-an, Grunge semakin melesat, padahal label rekaman yang paling gencar dalam mempopulerkan Grunge saat itu, Sub-Pop Records, hampir mengalami kebangkrutan. Album-album band Grunge semakin banyak yang meledak dipasaran, namun dua album yang paling berpengaruh terhadap perkembangannya adalah album “Nevermind” dari Nirvana, dan album “Ten” dari Pearl Jam. 

Nevermind adalah album kedua dari band Nirvana lewat label Geffen Records, yang dirilis tanggal 24 September tahun 1991. Album itu bahkan pada awalnya tidak diperkirakan akan sukses oleh band dan label rekamannya sendiri, namun tak disangka, album tersebut malah mendapatkan berbagai penghargaan, seperti Gold dan Platinum pada bulan November tahun 1991, Number one Billboard Charts pada bulan Januari tahun 1992, Diamond Album karena terjual lebih dari 10 juta kopi pada bulan Maret tahun 1999. Itupun belum termasuk single-single dari album tersebut yang juga direkam. Beberapa Single yang terkenal dari album Nevermind adalah “Smells Like Teen Spirit”, “Come As You Are”, “Lithium”, serta “In Bloom”. Smells Like Teen Spirit bahkan saat itu menjadi lagu wajib anak-anak muda penikmat Grunge. Pada bulan Januari tahun 1992, Nevermind pun berhasil menggeser album Dangerous dari The King Of Pop, Michael Jackson, sehingga menduduki tangga lagu pada tempat pertama dalam Billboard 200. 

Disamping album Nevermind dari Nirvana, juga ada album sukses lainnya, yaitu Ten dari Pearl Jam. Ten adalah album debut dari band Pearl Jam lewat label rekaman Epic Records, yang dirilis pada tanggal 27 bulan Agustus tahun 1991. Sama seperti album Nevermind dari Nirvana, album Ten juga menuai Diamond Album, tetapi baru dinobatkan pada tahun 2009. Album Ten mencetak tiga single, yaitu “Alive”, “Even Flow”, dan “Jeremy”. Video clip dari lagu Jeremy, yang disutradari oleh Mark Pellington, mendapatkan 5 penghargaan pada MTV Video Music Awards pada tahun 1993. 

Popularitas Grunge menghasilkan ketertarikan besar dalam scene musik di Seattle. Tidak seperti era sebelumnya, dimana Seattle tidak terfokuskan kepada satu genre musik saja, tapi dengan bermacam-macam genre lainnya, era 90-an menjadikan Seattle sebagai “ibukota” Grunge. Kesuksesannya pada saat itu menjadikan genre tersebut menjadi Mainstream. Grunge juga menjadi kultur yang meng-global pada saat itu, karena Nirvana melakukan tur keliling dunia.